HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Petani Milenial 2026'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Andi Amran Sulaiman MP” pada Kamis (26/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi: Telah Di Buka Lowongan Kerja PETANI MILENIAL 2026,,Ayo Buruan Daftar Sekarang juga👇 Hingga Jumat (13/3/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 120 tanda suka, belasan komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali. Tim Pemeriksa Fakta

Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

Dari berita yang tayang pada Rabu (20/11/2024) itu diketahui bahwa pendaftaran petani milenial hanya bisa diakses melalui laman resmi latihanonline.pertanian.go.id. Sebagai informasi, dilansir dari detik.com, Petani Milenial merupakan salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk para pemuda yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pertanian. Program ini menjadi salah satu usaha dalam pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

Salah Sumber: https://www.facebook.com/share/1GnEp58X6K/ http://archive.today/Fu4PO Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.

Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi. Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli