HARIAN NEGERI, Jakarta - Pelajar Islam Indonesia (PII) resmi membuka rangkaian kegiatan Refleksi Hari Bangkit Nasional ke-78 sekaligus Sidang Dewan Pleno Nasional (SDPN) Tahun 2025 yang diselenggarakan di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, pada Kamis (29/5/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merefleksikan perjalanan panjang PII sebagai organisasi pelajar Islam tertua di Indonesia, sekaligus menyusun arah gerakan ke depan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PII Abdul Kohar Ruslan menegaskan bahwa kehadiran PII lahir dari keresahan sejarah dan tanggung jawab moral atas kondisi bangsa.
"Kita tidak lahir dari ruang kosong. Kita hadir sebagai jawaban atas kegelisahan zaman. Dalam situasi penjajahan, keterbelakangan pendidikan, dan krisis moral bangsa, para pendiri kita bangkit. Mereka meletakkan dasar perjuangan PII sebagai wadah untuk melahirkan pelajar muslim yang bertakwa, cendekia, dan pemimpin peradaban," ujar Kohar.
Ia menambahkan bahwa saat ini PII dihadapkan pada tantangan baru: invasi informasi, krisis identitas, dan dekadensi moral, yang mengancam esensi pelajar sebagai agen perubahan. Dunia digital, menurutnya, telah menggeser fokus pelajar dari substansi ke sensasi, dari perjuangan ke pengakuan semu.
“Di sinilah PII harus kembali menjadi garda depan. Menjadi ruang perjuangan yang membentuk konsep diri pelajar yang utuh bukan hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual, tangguh secara sosial, dan kritis dalam berpikir,” tambahnya.
Dalam momentum Hari Bangkit ini, Kohar menyerukan kepada seluruh kader PII untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan yang menjadikan pelajar bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek perubahan yang lahir dari nilai, bukan sekadar gelar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PII hari ini harus menjawab berbagai realita sosial yang menimpa pelajar, mulai dari kerentanan terhadap kekerasan dan radikalisme, hingga krisis moralitas akibat budaya instan dan viralitas semu.
"Kita tidak boleh diam. PII harus berdiri sebagai poros gerakan pelajar," tegasnya.
Kegiatan SDPN ini akan menjadi forum pengambilan keputusan strategis organisasi serta sarana konsolidasi nasional untuk menyelaraskan arah gerakan PII dalam menjawab tantangan zaman.

Komentar