HARIAN NEGERI, Jakarta - Refleksi Hari Bangkit Nasional ke-79 Pelajar Islam Indonesia (PII) digelar di Hotel Batiqa Palembang, Ahad (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen kader dalam melanjutkan estafet perjuangan pelajar Islam di tengah dinamika dan tantangan zaman yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Ketua II Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (PPO) PB PII, Yusuf Wicaksono, menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi di era modern. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi dan peran strategis PII sebagai wadah pembinaan pelajar.
“Persatuan dan kolaborasi adalah kekuatan utama kita. Di tengah perubahan yang begitu cepat, kader PII harus mampu bekerja sama, saling menguatkan, dan membangun sinergi untuk menghadirkan solusi bagi pelajar,” ujarnya.
Yusuf juga mengajak seluruh kader untuk bersahabat dengan kecanggihan teknologi serta mampu menjawab kebutuhan pelajar masa kini dengan inovasi dan semangat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi bukan untuk dihindari, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, pengembangan kapasitas, dan penguatan gerakan pelajar.
Melalui refleksi Hari Bangkit Nasional ke-79 ini, diharapkan seluruh kader PII semakin siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat.


Komentar