HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Tidak Benar Video Gibran Umumkan Beri Bantuan Dana Rp 40 Juta'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Tim Redaksi Harian Negeri, Jakarta - Cek Fakta Tim Redaksi Harian NegeriΒ mendapati klaim video Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengumumkan memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Februari 2026. Berikut isi unggahannya: "Spesial Untuk warga Indonesia kami berikan dana sebesar Rp 40.000.000 𝗦𝗬𝗔π—₯𝗔𝗧 & π—žπ—˜π—§π—˜π—‘π—§π—¨π—”π—‘ Suka dan bagikan postingan ini πŸ˜πŸ˜‡" Unggahan berisi video berisi pernyataan Gibran, berikut isinya: "Assalamualaikum, saya Gibran Rakabuming Raka hari ini mengumumkan kepada seluruh rakyat yang sedang membutuhkan biaya sekolah, biaya kuliah, bayar utang, modal usaha atau keluhan ekonomi, bisa langsung cair dengan hanya like share dan komentar kamu dari kota mana, sesimpel itu, asal jangan dipergunakan untuk foya foya saya akan membantu" Lalu benarkah klaim video Gibran umumkan memberi bantuan dana sebesar Rp 40 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Tim Redaksi Harian Negeri.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli