HARIAN NEGERI - Sebuah unggahan di media sosial mengklaim video banjir di Israel disebabkan oleh serangan Iran terhadap fasilitas desalinasi Sorek. Redaksi telah melakukan verifikasi mendalam terhadap narasi tersebut dan menemukan ketidaksesuaian fakta.

Hasil Cek Fakta

Video yang beredar menunjukkan genangan air menerjang jalanan di area permukiman dengan klaim sebagai dampak penghancuran pabrik pengolahan air laut. Unggahan tersebut menyebut fasilitas desalinasi terbesar di dunia itu hancur akibat serangan rudal, menyebabkan negara tersebut kehilangan 20% pasokan air. Tim Cek Fakta Harian Negeri melakukan penelusuran menggunakan teknik pencarian gambar digital terhadap rekaman tersebut. Hasil investigasi menunjukkan video merupakan bagian dari kompilasi yang dipublikasikan portal berita Israel tentang kondisi cuaca ekstrem. Rekaman tersebut ternyata dokumentasi banjir bandang di Kota Kiryat Gat pada Desember 2025 yang disebabkan oleh luapan sungai kecil. Peristiwa alam ini terjadi akibat hujan deras dari Badai Byron, bukan dampak operasi militer seperti yang diklaim. Pemerintah setempat telah mengonfirmasi melalui saluran resmi bahwa banjir disebabkan faktor meteorologis. Hingga saat ini tidak ada laporan valid mengenai kerusakan fasilitas desalinasi Sorek akibat serangan Iran.

Kesimpulan

Narasi yang menghubungkan banjir di Israel dengan serangan Iran terhadap fasilitas desalinasi terbukti tidak akurat. Video yang beredar merupakan rekaman peristiwa alam terpisah yang terjadi beberapa bulan sebelumnya, menunjukkan pentingnya konteks waktu dalam verifikasi informasi. Publik diimbau untuk selalu memeriksa sumber primer dan konfirmasi resmi sebelum menyebarkan konten sensitif. Literasi digital menjadi krusial dalam mencegah penyebaran narasi yang dapat memicu kesalahpahaman geopolitik.

Sumber rujukan: Data Asli