HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Iran Menembakkan Rudal dari bawah Laut'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Pada Sabtu (14/2/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “PPQSI” (@PPQSI_) dengan narasi: “Iran Dapat Menembakkan Rudal dari Bawah LautIran memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal dari bawah laut, dan Pentagon saat ini sedang mengevaluasi variabel baru dan berbahaya ini.Iran sebelumnya telah mendemonstrasikan kemampuan menembakkan rudal dari bawah laut. Langkah ini menunjukkan kekuatan militer Iran di bidang maritim, hingga membuat kekuatan-kekuatan besar yang mengklaim diri unggul menjadi terkejut!Pengujian rudal-rudal ini, apalagi dilakukan secara resmi, telah membuat musuh berada dalam keadaan terkejut dan takut. Maka saat persenjataan tersembunyi (yang disebut “senjata super” menurut ungkapan Syahid Jendral Amir Ali Hajizadeh) digunakan secara nyata di medan perang, berdasarkan prinsip menjaga unsur kejutan, apa yang akan mereka lakukan?” di unggahannya. Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah mendapatkan 7 jawaban, di-post ulang 40 kali, disukai 134 kali, dan sudah ditonton 5.9 ribu kali oleh pengguna X lainnya.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli