HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Potret "Kanibalisme di Epstein Files"'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Akun TikTok “ninasaput” pada Senin, (09/02/2026) mengunggah video [arsip] yang diklaim bagian dari Epstein Files terkait praktik kanibalisme pada awal Februari 2026. Foto-foto tersebut menampilkan orang-orang menyantap hidangan menyerupai tubuh manusia di meja makan. Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 88.000 kali tayangan, lebih dari 200 tanda suka, menuai 2 interaksi komentari, 34 disimpan dan dibagikan ulang 156 kali. Tim Pemeriksa Fakta Tim Redaksi Harian Negeri (Tim Redaksi Harian Negeri) menelusuri kebenaran klaim yang menyebutkan adanya foto kanibalisme dalam dokumen “Epstein Files” dengan melakukan pencarian balik gambar (reverse image search) melalui Google Image Search. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto-foto yang beredar bukan berasal dari dokumen penyelidikan kasus Jeffrey Epstein. Gambar tersebut ternyata merupakan potongan adegan dari film horor berjudul Thanksgiving (2007). Informasi ini juga dimuat oleh USA Today yang menjelaskan bahwa visual yang diklaim sebagai bagian dari “Epstein Files” sebenarnya adalah cuplikan film fiksi bergenre horor dalam film Thanksgiving seperti yang diunggah oleh situs The Quentin Tarantino Archives,. Film tersebut dikenal menampilkan adegan kekerasan ekstrem dan bukan dokumentasi peristiwa nyata. Sebagai konteks, “Epstein Files” merujuk pada kumpulan dokumen resmi hasil penyelidikan lembaga penegak hukum Amerika Serikat, termasuk Department of Justice (DOJ) dan FBI, terkait kasus Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut berisi rangkuman proses hukum dan aktivitas kriminal Epstein, yang merupakan terpidana kasus kejahatan seksual anak dan perdagangan manusia sebelum meninggal di tahanan pada 10 Agustus 2019. Tidak ada bukti bahwa dokumen resmi tersebut memuat foto kanibalisme seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial. Salah Sumber: https://archive.ph/uXPw2

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli