HARIAN NEGERI, Jakarta - Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia SEMMI Cabang Kediri Raya secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap masa depan generasi muda di wilayah Kota Kediri. Organisasi mahasiswa ini menilai penetrasi peredaran minuman keras miras ilegal dan narkotika di wilayah perkotaan saat ini telah bertransformasi menjadi ancaman nyata yang siap merenggut cita cita anak anak di Kota Tahu.

Ketua Umum SEMMI Kediri Raya Adham Hakam Amrulloh yang akrab disapa Mas Adam menyatakan bahwa hancurnya masa depan anak akibat zat adiktif bukan lagi sekadar bualan melainkan ancaman riil yang masuk ke lingkungan bermain remaja perkotaan.

Data Kasus Kota Kediri Berdasarkan Bulan dan Tahun Penindakan

Kekhawatiran SEMMI Kediri Raya diperkuat oleh rentetan data penindakan hukum oleh Polres Kediri Kota di wilayah hukum Kota Kediri sepanjang tahun 2025 hingga memasuki paruh pertama tahun 2026

Februari  Maret 2026 Puncak Kerawanan Menjelang Ramadan Pada pelaksanaan Operasi Pekat Semeru di wilayah hukum Kota Kediri kasus miras ilegal dan narkoba mendominasi pelanggaran non target operasi. Di momentum ini pula aparat menggerebek gudang pengecer miras ilegal di wilayah padat penduduk guna memastikan kondusivitas menjelang bulan suci.

April  Mei 2025 Jalur Ranjau Narkoba Perkotaan Sepanjang bulan April hingga Mei 2025 Satresnarkoba Polres Kediri Kota mengungkap 19 kasus narkoba 10 kasus narkotika 9 kasus obat keras dengan menyita 473,74 gram sabu 26,6 gram ganja dan 16.489 butir pil Double L. Kasus terbesar pecah pada 26 Mei 2025 di mana seorang kurir diringkus di sebuah kos kosan di kawasan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan barang bukti sabu hampir setengah kilogram yang siap diedarkan menggunakan metode ranjau demi menyasar konsumen usia produktif di dalam kota.

Agustus 2025 Sistem COD Miras Perkotaan Pada kurun waktu 7 hingga 8 Agustus 2025 Polres Kediri Kota menggulung jaringan penjualan miras ilegal berbasis sistem Cash on Delivery COD yang menyasar area area nongkrong di Kecamatan Semen dan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Petugas menyita puluhan botol arak Bali dan merek Kunthul yang kerap dikonsumsi kelompok remaja saat nongkrong malam.

Desember Penyusupan di Tempat Hiburan Kota Memasuki akhir tahun melalui Operasi Lilin Semeru petugas gabungan memperketat razia di area dalam kota dan menemukan indikasi penyelundupan miras berkadar alkohol tinggi Golongan C dan D secara ilegal di tempat tempat hiburan malam atau karaoke yang berada di kawasan perkotaan.

Ancaman Nyata Bagi Masa Depan Anak Kota

SEMMI Kediri Raya menekankan bahwa letak Kota Kediri yang strategis dan dinamis sebagai pusat pendidikan dan ekonomi di eks Karesidenan Kediri menjadikannya target empuk para bandar. Peredaran pil koplo Double L yang murah dan miras oplosan sengaja didesain untuk merusak kantong sekaligus mental pelajar di perkotaan.

Kota Kediri adalah kota pendidikan kota tempat anak anak menaruh cita cita besar. Namun ketika seorang remaja di Kota Kediri sudah kecanduan pil koplo atau miras fungsi kognitif dan masa depannya langsung lumpuh. Kita sedang mempertaruhkan bonus demografi kota ini. Jika aparat tidak serius memutus rantai pasokan dari bulan ke bulan kita sedang membiarkan generasi emas Kota Kediri layu sebelum berkembang tegas Mas Adam.

Sikap dan Tuntutan Tegas SEMMI Kediri Raya

Guna menyelamatkan masa depan anak anak di Kota Kediri SEMMI Kediri Raya menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut

 1. Mendesak Polres Kediri Kota untuk terus memperketat pengawasan di jalur jalur masuk pasokan narkoba dan miras ke wilayah administrasi Kota Kediri secara konsisten sepanjang tahun 2026 bukan hanya bergerak saat operasi musiman.

 2. Meminta Pemkot Kediri dan Satpol PP untuk memperketat ruang pengawasan pada fasilitas publik kos kosan rawan seperti klaster Mojoroto dan Pesantren serta menindak tegas tempat hiburan malam di perkotaan yang melanggar aturan izin edar alkohol.

 3. Komitmen Jaga Kota Kediri SEMMI Kediri Raya berkomitmen penuh untuk berdiri di barisan depan bersama warga Kota Kediri mengawasi setiap sudut lingkungan dan siap mengonsolidasikan gerakan moral demi memastikan kota ini tetap menjadi tempat yang aman bersih dan religius bagi tumbuh kembang anak anak.