HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengonfirmasi telah menerima pengajuan banding dari Federasi Sepak Bola Senegal terkait keputusan pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025 dari tim nasional Senegal.

Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Afrika memutuskan memberikan gelar juara kepada Maroko setelah Senegal dinilai melanggar aturan dalam laga final.

Dalam pernyataan resminya, CAS menyebut banding yang diajukan FSF bertujuan untuk membatalkan keputusan CAF sekaligus menetapkan Senegal sebagai juara sah.

“Banding FSF bertujuan membatalkan keputusan CAF dan menetapkan FSF sebagai juara Piala Afrika. Mereka juga meminta penangguhan batas waktu pengajuan dokumen banding hingga keputusan CAF disertai alasan lengkap,” demikian pernyataan CAS, Rabu.

Keputusan kontroversial ini berawal dari laga final Piala Afrika 2025 yang berlangsung di Rabat pada 18 Januari, ketika Senegal menghadapi Maroko.

Dalam pertandingan tersebut, Senegal sempat melakukan walk out sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti krusial kepada tim tuan rumah. Aksi tersebut membuat Senegal meninggalkan lapangan selama 14 menit sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.

Meski sempat keluar lapangan, Senegal berhasil menang 1-0 dan merayakan gelar juara. Namun, CAF kemudian menganulir hasil tersebut dan melalui komite banding menetapkan Senegal kalah 0-3 dari Maroko.

CAS menyatakan bahwa panel arbitrase akan segera dibentuk untuk menangani kasus ini. Jadwal persidangan akan ditentukan setelah proses administrasi selesai.

Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu sengketa besar dalam sepak bola Afrika, dengan putusan akhir CAS nantinya berpotensi menentukan status resmi juara Piala Afrika 2025.