HARIAN NEGERI, Jakarta - Suhardi Alius merupakan mantan perwira tinggi Polri yang dikenal luas berkat rekam jejak panjangnya di berbagai jabatan strategis, mulai dari Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Setelah memasuki masa purnatugas pada tahun 2020, Suhardi Alius tetap dipercaya mengemban amanah di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Taspen sejak 2020, dan kemudian kembali dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama PT Petrokimia Gresik efektif per 30 Juni 2025.

Latar Belakang dan Pendidikan

Suhardi Alius lahir di Jakarta, 10 Mei 1962. Sejak kecil, ia telah bercita-cita menjadi seorang polisi. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada tahun 1985, sebelum resmi menyandang pangkat perwira muda Polri.

Di tengah kesibukan tugas, Suhardi terus meningkatkan kapasitas akademiknya. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian dan menyelesaikan pendidikan Magister Hukum di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005.Karier di Kepolisian

Karier Suhardi Alius di kepolisian terbilang cemerlang. Ia pernah dipercaya memimpin sejumlah wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi, seperti Kapolres Depok dan Kapolres Metro Jakarta Barat.

Seiring waktu, ia menduduki posisi strategis lainnya, antara lain Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, hingga mencapai posisi puncak sebagai Kabareskrim Polri.

Puncak pengabdiannya terjadi saat ia dipercaya memimpin BNPT pada periode 2016–2020, dengan fokus menjaga keamanan nasional dan menanggulangi ancaman terorisme.Karier Pasca-Purnatugas

Pensiun dari kepolisian tidak menghentikan kiprah Suhardi Alius. Berbekal pengalaman panjang dan kepemimpinan yang kuat, ia diangkat sebagai Komisaris PT Taspen pada 2020. Kepercayaan kembali diberikan kepadanya ketika ia resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Petrokimia Gresik pada pertengahan 2025.

Remunerasi Dewan Komisaris

Hingga kini, PT Petrokimia Gresik belum merilis laporan tahunan terbaru yang merinci remunerasi Komisaris Utama periode jabatan Suhardi Alius. Namun, berdasarkan Laporan Tahunan 2024, total remunerasi Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik tercatat sebesar:

  • Perusahaan induk: Rp35,987 miliar
  • Entitas anak: Rp7,019 miliarLaporan Harta Kekayaan

Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Suhardi Alius melaporkan total kekayaan sebesar Rp27.750.259.695 tanpa memiliki utang. Beberapa aset yang dilaporkan antara lain properti di Jakarta Selatan dan satu unit kendaraan mewah.

Rincian harta kekayaan tersebut meliputi:

  • Tanah dan Bangunan: Rp3.772.550.000
  • Alat Transportasi dan Mesin: Rp1.700.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp750.000.000
  • Kas dan Setara Kas: Rp21.527.709.695
  • Surat Berharga: Rp0
  • Harta Lainnya: Rp0

Total Harta Kekayaan: Rp27.750.259.695

Dengan latar belakang panjang di bidang keamanan dan kepemimpinan nasional, Suhardi Alius diharapkan mampu memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat tata kelola dan kinerja PT Petrokimia Gresik sebagai salah satu BUMN strategis di sektor industri pupuk nasional.