HARIAN NEGERI, Jakarta - Podium ketiga yang diraih pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil 2026memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam peta persaingan motorsport dunia.
Capaian tersebut menjadi sejarah tersendiri karena Veda merupakan pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix kelas dunia. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebut prestasi tersebut menunjukkan potensi besar pembalap Indonesia untuk bersaing di level global apabila didukung sistem pembinaan berkelanjutan.
“Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda Ega Pratama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney berperan sebagai bagian dari support system yang terus mendorong pembalap Indonesia untuk dapat bersaing secara global,” ujar Maya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Prestasi itu merupakan buah dari proses pembinaan panjang sejak usia dini, termasuk melalui berbagai kompetisi di Pertamina Mandalika International Circuit. Veda memulai kiprahnya melalui Asia Talent Cup 2021 sebagai pembalap wildcard, kemudian meraih kemenangan ganda pada 2022 dan keluar sebagai juara pada musim 2023.
Kariernya terus menanjak setelah tampil di Mandalika Racing Series kelas 250cc pada 2023 dan naik ke kelas 600cc pada 2024. Ia kemudian mencatatkan prestasi internasional sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 yang mengantarkannya ke Moto3.
Pelaksana tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan Mandalika sebagai sportainment berdampak nyata terhadap lahirnya talenta motorsport Indonesia berkelas dunia.
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyebut podium Veda sebagai indikator keberhasilan sistem pembinaan berjenjang di Mandalika.
“Podium Veda di Moto3 GP Brasil menjadi bukti efektivitas pembinaan berjenjang di Mandalika International Circuit. Kami optimistis kehadirannya di MotoGP Indonesia 2026 akan menginspirasi kebangkitan motorsport nasional,” ujarnya.
Dalam balapan di Brasil, Veda yang membela Honda Team Asia menunjukkan daya juang tinggi. Start dari posisi keempat, ia sempat naik ke posisi tiga sebelum tersenggol pembalap lain hingga turun ke posisi ke-10.
Balapan sempat dihentikan akibat bendera merah pada lap ke-15. Setelah dilanjutkan, Veda mampu bangkit dan memperbaiki posisi hingga finis di peringkat ketiga.
Balapan tersebut dimenangi Maximo Quiles dari CFMoto Gaviota Aspar Team, diikuti rekan setimnya Marco Morelli di posisi kedua.
Veda dijadwalkan kembali tampil di hadapan publik Tanah Air pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sebelum itu, ia akan melanjutkan perjuangannya pada Moto3 GP Amerika di Circuit of The Americas, Texas, Amerika Serikat, pada 27–29 Maret 2026.
Penampilan Veda di berbagai ajang internasional diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat generasi muda Indonesia dalam dunia balap serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem motorsport global.


Komentar