HARIAN NEGERI, Langkat — Kegiatan Leadership Basic Training (LBT) yang diselenggarakan oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) resmi ditutup dengan khidmat di Sekolah TPI Tuan Syech Basilam, Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta, yang terdiri dari siswa dan siswi madrasah dari berbagai wilayah di Kabupaten Langkat.

Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, Kanda Ainul Aswad, Ketua Umum KB PII Sumatera Utara Irwan Supadli, yang didampingi Sekretaris Umum Syaiful Amri, serta perwakilan Pengurus Pusat KB PII, Ahaddin.

Dalam sambutannya, Ahaddin menekankan bahwa generasi pelajar hari ini harus mampu menjadi pemimpin yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi era digital.

“Pelajar Islam hari ini tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus menguasai teknologi dan ruang digital. Dunia hari ini bergerak cepat, dan kader PII harus hadir sebagai pelopor di ruang-ruang baru tersebut,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian moral bagi para pelajar untuk menyampaikan kebenaran.

“Kader PII harus berani tampil, berani berbicara, dan berani menyampaikan kritik terhadap yang haq dan yang batil. Kepemimpinan sejati lahir dari keberanian untuk berdiri di atas nilai-nilai kebenaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Langkat, Ainul Aswad, dalam pesannya menyampaikan bahwa keberadaan PII sangat penting dalam membangun generasi umat yang kuat secara intelektual dan spiritual.

“PII harus hadir di setiap lini dan sendi kehidupan masyarakat. Sebab PII adalah kader umat, yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda Islam agar berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum KB PII Sumatera Utara Irwan Supadli juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, LBT merupakan proses penting dalam membentuk karakter kepemimpinan pelajar Islam sejak dini.

Kegiatan Leadership Basic Training ini tidak hanya berisi materi kepemimpinan, tetapi juga diskusi keislaman, penguatan karakter, serta latihan keberanian berbicara di depan publik.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi kader pelajar yang siap memimpin, berintegritas, serta membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.

Acara penutupan berlangsung penuh semangat dan ditutup dengan doa serta harapan agar para peserta mampu menjadi generasi pelanjut perjuangan umat dan bangsa melalui gerakan Pelajar Islam Indonesia.