HARIAN NEGERI - Bolaang Mongondow, Turnamen Sepak Bola Matali Cup kembali jadi buah bibir publik. Bukan karena permainan yang atraktif, melainkan karena keputusan kontroversial wasit berlisensi, yang dianggap mencederai nilai keadilan dan memantik keributan di lapangan.

Mewarnai jalannya Turnamen Sepak Bola Matali Cup pada minggu 14 Januari 2026 di Bolaang Mongondow Raya (Stadion Nunuk). Bonawang FC melayangkan protes keras setelah diduga dirugikan oleh keputusan wasit yang menganulir tiga gol sah timnya dalam satu pertandingan.

Manajemen Bonawang FC, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidak profesionalan dan sikap tidak bertanggung jawab seorang pengadil lapangan. insiden terjadi pada laga babak 8 besar di Lapangan Matali. 

Menurutnya, tiga gol yang dicetak pemain Bonawang FC dianulir wasit dengan alasan offside, meski rekaman video dari pendukung di tribun maupun di kiri kanan dan depan belakang lapangan menunjukkan posisi pemain tidak berada dalam posisi offside.

“Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit sore itu. Tiga gol jelas sah, namun semuanya dibatalkan. Ini bukan hanya merugikan Tim dan Manajemen, tapi juga merusak masa depan sepak Bola BMR,” ujar Manajer Bonawang FC, [Rizaldi Pasi], dalam konferensi pers di sekretariat klub, Senin pagi.

Akibat keputusan tersebut, Bonawang FC harus puas bermain dengan skor 2-1 dan kehilangan kesempatan untuk lolos ke fase semi final. Suporter yang hadir pun sempat memadati pinggir lapangan menuntut kejelasan dari panitia.

Lebih lanjut, Pihak Bonawang FC kini akan mengajukan keberatan ke PSSI Sulut dan menuntut Panitia Pelaksana Matali Cup, Askot Kotamobagu, untuk segera meninjau ulang rekaman pertandingan dan mengevaluasi kinerja perangkat wasit yang sudah berulangkali menyebabkan kontroversi.

“Kami datang untuk bertanding secara fair. Kami minta keadilan ditegakkan agar Matali Cup tetap menjadi ajang yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan memupuk masa depan sepak bola BMR” tegasnya.

Dikatahui Tim Bonawang FC mendatangkan pemain-pemain berkelas seperti Ex Kiper Timnasional Indoenesia (Rifky Mokodompit), Pemain Persib Bandung (Arsan Makarim), Captain Persipal Palu (Daud Kotulus), dan pemain-pemain asal Ternate dan Gorontalo.