HARIAN NEGERI, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tengah menyiapkan Program Siap Impact sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja generasi muda dan membantu menekan angka pengangguran di kalangan remaja serta lulusan perguruan tinggi.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba. Program akan melibatkan mahasiswa semester akhir yang akan mendapatkan berbagai materi, pemahaman, dan pengetahuan untuk memperkuat kompetensi serta kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Menurut Wihaji, Siap Impact dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, termasuk menghadapi perubahan dunia kerja pada era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ia menjelaskan bahwa peserta yang terlibat nantinya akan mendapatkan proses pembinaan dan pengembangan kapasitas yang diharapkan berujung pada kerja sama dengan berbagai sektor industri. Program tersebut, lanjutnya, tidak dimaksudkan mengambil peran Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, melainkan berfokus pada penguatan kesiapan dan daya saing SDM Indonesia.

Selain menyoroti isu ketenagakerjaan, Wihaji juga menanggapi fenomena meningkatnya usia pernikahan di kalangan generasi muda. Berdasarkan pengamatan pemerintah, sebagian pemuda memilih menunda pernikahan karena adanya kecemasan terkait kondisi ekonomi dan pengasuhan anak di masa depan.

Menurutnya, kekhawatiran mengenai kestabilan ekonomi keluarga serta pengasuhan anak ketika kedua orang tua bekerja menjadi faktor yang sering muncul. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah mengembangkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang menyediakan layanan penitipan dan pengasuhan anak bagi keluarga pekerja.

Program Siap Impact sendiri merupakan bagian dari Future-Ready Hub dalam program SAKINA yang berfokus pada akselerasi talenta digital dan pengembangan kapasitas generasi muda. Program ini dirancang sebagai kolaborasi strategis antara Kemendukbangga/BKKBN, perguruan tinggi, dunia industri, serta para praktisi sumber daya manusia.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja, sekaligus memaksimalkan peluang yang hadir dari bonus demografi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.