HARIAN NEGERI - Makassar, Sabtu (7/3/2026),SMK Nasional Makassar menggelar kegiatan Pelajar Berbagi & Bazar Ramadhan yang berlangsung di depan sekolah, Jl. Dr. Ratulangi No. 84, Makassar. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial siswa di bulan suci Ramadhan.
Ratusan paket sembako yang berasal dari donasi siswa, alumni, serta kolaborasi bersama Pelajar Islam Indonesia (PII) dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan serta para pengemudi ojek online yang melintas di depan sekolah.
Penggalangan bantuan dilakukan oleh peserta lepasan Leadership Basic Training (LBT) PII yang berkoordinasi dengan keluarga besar Pelajar Islam Indonesia Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini memperkuat semangat ukhuwah dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

Dalam rangkaian kegiatan ini, turut dilaksanakan pembagian sertifikat Leadership Basic Training (LBT) kepada para peserta lepasan. Sertifikat diserahkan langsung oleh kakak-kakak Pengurus Wilayah PII Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen kader dalam melanjutkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Diketahui bahwa tidak hanya berbagi sembako, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Bazar Ramadhan yang melibatkan seluruh kelas. Setiap kelas membuka stand takjil, sementara OSIS SMK Nasional Makassar turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Suasana semakin semarak dengan live musik religi dan kultum menjelang waktu berbuka puasa.
Waka Bidang Hubungan Industri dan Humas SMK Nasional Makassar, Fatimah Fitria, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk menanamkan nilai empati dan semangat berbagi,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sekolah bukan hanya tahun ini aja.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada tahun ini, tetapi bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Kami ingin membentuk kepribadian siswa-siswi yang peduli terhadap sesama, berempati, dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Fatimah juga mengharapkan Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelajar tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek perubahan sosial. Melalui kolaborasi antara sekolah dan Pelajar Islam Indonesia, nilai kepemimpinan yang diperoleh dalam Leadership Basic Training tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
“Semangat berbagi, kepedulian, dan kaderisasi inilah yang diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan temu kangen antara alumni, siswa, dan para guru,” pungkasnya.

Komentar