Samate : Potensi pertanian tanaman kopi di Samate, distrik Salawati Utama Kabupaten Raja Ampat cukup menjanjikan, hal inilah yang menjadi dasar bagi petani kopi di Samate bersemangat untuk mengembangkan potensi pertanian kopi tersebut, namun sayangnya petani kopi terbatas dengan bibit yang belum memadai sehingga masih dilakukan pembibitan dengan stek tanaman kopi yang telah ditanam sebelumnya.
Mewakili petani kopi kampung Samate, Saifudin Mayalibit, sekaligus sebagai Imam masjid Al Jihad Samate mengatakan belum lama ini, dinas pertanian Kabupaten Raja Ampat berkunjung ke Samate untuk menyosialisasikan bantuan bibit kopi dari pemerintah dengan jumlah 20 petani dalam 1 hektare, namun hal ini mengakibatkan kekecewaan karena jumlah petani kopi dan lahan yang dimilik masih luas, bahkan pihak petani juga telah berkoordinasi menawarkan kepada perusahaan Kopi Senang di Sorong untuk dapat menyerap kopi hasil panen milik petani Samate, oleh sebab itu dihadapan senator DPD RI - H. Hartono, Saifudin meminta dukungan dan perhatian kepada pemerintah pusat agar dapat membantu menyiapkan bibit agar dapat mendukung pertanian kopi di Samate.
"Belum lama ini ada sosialisasi dari pihak dinas pertanian Raja Ampat, kaitan dengan tanaman kopi, namun yang disiapkan hanya untuk 20 petani dalam 1 hektare, padahal disini kami punya hamparan masing-masing petani 1 hektare, oleh karena itu kami mohon adanya perhatian agar dapat membantu menyiapkan bibit kopi agar dapat kami tanam dilahan yang telah kami siapkan, mengingat kami juga sudah berkoordinasi dengan perusahaan kopi senang agar nanti dapat menyerap kopi hasil panen kami nanti, dan pihak perusahaan kopi senang bersedia mengambil kopi hasil panen kami berapa pun jumlahnya" kata Saifudin Mayalibit.
Saifudin berharap agar pemerintah dapat mendukung pertanian kopi yang terbilang potensial di Samate, hal ini juga sebagai wujud meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Samate di bidang pertanian selain potensi kelautan yang dimiliki masyarakat Samate.


Komentar