HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Gunung Lawu Bakal Erupsi Besar'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Threads “hsuliz2021” pada mengunggah narasi [arsip] sebagai berikut: Gunung no 7 yg akan erupsi besar adalah gn Lawu, saat ini ada indikasi lava naik , (chamber ada yg mulai penuh ) ada tekanan dari jalur Bojonegoro memasukkan kata kunci “gunung lawu bakal erupsi besar” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Badan Geologi-KESDM “badan.geologi”, isinya meluruskan klaim yang beredar.

“Hasil pemantauan dan penyelidikan menunjukkan tidak ada indikasi kenaikan lava, perubahan signifikan aktivitas magmatik, maupun bukti yang mendukung narasi yang beredar. Kondisi Gunungapi Lawu saat ini masih dalam kondisi normal berdasarkan data pengamatan,” tulis Badan Geologi-KESDM pada . Badan Geologi-KESDM mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengakses informasi resmi yang berasal dari: Sebagai informasi, dilansir dari detik.com, Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 meter diatas permukaan laut (mdpl) merupakan salah satu gunung api yang masih aktif.

Namun, saat ini Gunung Lawu berstatus “istirahat” karena lama tidak menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Gunung Lawu erupsi terakhir kali pada November 1885. Salah Sumber: [sumber] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli