HARIAN NEGERI -

Pemerintah menegaskan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, terutama di tengah dinamika konflik di Timur Tengah. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan hal tersebut dalam keterangan kepada media di Jakarta.Persiapan berbagai skenario dilakukan untuk memastikan keselamatan jemaah haji pada bulan April. Pemerintah terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dalam menyusun langkah-langkah tersebut.Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada tanggal 22 April, namun semua kondisi dan skenario harus disiapkan sesuai arahan Presiden.

Koordinasi lintas kementerian juga terus ditingkatkan untuk menjamin keselamatan jemaah.Kerjasama dengan DPR akan dilakukan jika konflik mengancam keselamatan jemaah haji. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario termasuk pemilihan rute penerbangan yang lebih aman dan opsi penundaan keberangkatan jika diperlukan.