HARIAN NEGERI - Ternate, Sabtu (21/2/2026), BEM SI Korwil Papua-Maluku mengecam keras adanya kasus yang melibatkan oknum Polisi Satuan Brimob di Tual yang menganiaya Seorang Pelajar hingga meninggal. 

Koordinator Wilayah Papua Maluku BEM Seluruh Indonesia, M. Fatahuddin Hadi mengatakan bahwa Kasus dugaan pemukulan di Tual adalah ujian bagi negara untuk membuktikan bahwa perlindungan terhadap warga, khususnya anak-anak, adalah harga mati. 

“Dari perspektif rasional, kasus seperti di Tual bukanlah (kecelakaan) melainkan produk dari sistem yang memungkinkan kekerasan terjadi tanpa konsekuensi berat,” tegas Fatahuddin, Sabtu (21/2/2026).

Fatahuddin menilai jika mekanisme internal terus gagal memberikan keadilan, maka publik berhak mempertanyakan apakah aparat ada untuk melayani atau justru menakuti warganya sendiri.

“Proses hukum yang transparan dan menghukum pelaku secara tegas adalah satu-satunya jalan memutus budaya impunitas yang selama ini mengakar,” tambahnya. 

Menurutnya, apabila masalah yang melibatkan institusi Polri maka hal tersebut membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini semakin menurun, maka perlu adanya “REFORMASI POLRI”.

“Kalau seperti ini terus menerus, kepercayaan kepada Institusi Polri semakin menurun. Malahan bisa jadi tidak ada kepercayaan lagi. Ini tidak boleh di biarkan, harus ada Reformasi Polri sekarang juga,” tutupnya dengan tegas.