HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto meninjau Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta area Gelar Teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan teknologi pendukung swasembada pangan. Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada.Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo melihat langsung penerapan teknologi budidaya padi dengan pendekatan pertanian modern yang mengedepankan peningkatan produktivitas, efisiensi, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Teknologi PM-AAS menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan sebagai bagian dari upaya transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.Dalam keterangannya usai peninjauan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan di sektor pertanian.

Presiden menilai capaian teknologi pertanian saat ini bersifat revolusioner.“Saya kira banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner.

Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah, sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita,” ucap Presiden.Presiden menegaskan optimisme bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, bahkan menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya keberlanjutan sistem pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi yang terus dikembangkan.“Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara.

Tapi intinya sekarang kita bersyukur, kita jaga.

Ini tidak boleh fenomena satu tahun, dua tahun, harus sistem yang berkelanjutan. Petani kita harus hidup dengan baik, teknologi harus kita belajar secepat mungkin,” tuturnya.Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan seluruh rantai produksi pangan melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi untuk meningkatkan kualitas dan keberagaman hasil pertanian nasional.“Jadi yang kita produksi nanti kualitasnya sangat baik. Tidak hanya beras, tidak hanya jagung, tapi singkong, gula, kedelai, semua, sorgum, sagu.

Ini semua karunia dari Maha Kuasa. Lahan kita cukup, tanah kita bagus, tinggal pengairan nanti kita bisa atur. Kita juga bersyukur kita sudah punya teknologinya,” jelas Presiden.Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap perkembangan sektor pertanian nasional yang dinilai makin kuat dan menjadi fondasi penting ketahanan negara.“Saya kira saya sangat bahagia kita lihat perkembangan ini, kita optimis ini.

Semua negara besar, negara kuat itu back up-nya, landasannya adalah pertanian yang kuat. Produksi pangan aman, kita menghadapi banyak tantangan kita aman,” ujarnya.Terkait pemerataan penerapan teknologi pertanian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa inovasi yang ada akan terus disosialisasikan dan diterapkan secara luas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.“Ini kita ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada minimal.

Kalau bisa provinsi produksi untuk eskpor, produksi untuk ke tempat lain.

Ini kita punya strategi ke depan,” ucap Presiden.