HARIAN NEGERI - Surabaya, Sabtu (14/3/2026), Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial melalui program santunan anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB di Yayasan Cokroaminoto Surabaya, dengan melibatkan kolaborasi bersama Yayasan Cokroaminoto dan lembaga sosial Yatim Mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, PD PII Kota Surabaya memberikan santunan kepada 42 anak yatim yang berada di bawah binaan Yayasan Cokroaminoto. Para penerima santunan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang sedang mengikuti program Pondok Ramadan yang diselenggarakan oleh yayasan tersebut selama kurang lebih satu pekan.

Kegiatan santunan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan kegiatan permainan (games) interaktif yang melibatkan anak-anak panti asuhan guna membangun suasana ceria dan kebersamaan. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan dongeng edukatif yang disampaikan kepada anak-anak sebagai sarana pembinaan karakter serta penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan.
Setelah rangkaian kegiatan interaktif tersebut, agenda dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, yang diberikan secara simbolis oleh para perwakilan lembaga yang hadir. Santunan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan uang tunai, tetapi juga bingkisan perlengkapan sekolah seperti alat tulis dan kebutuhan pendidikan lainnya yang diharapkan dapat menunjang proses belajar anak-anak.
Ketua Umum PD PII Kota Surabaya, Dede Muhtadin, menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi sekaligus bagian dari upaya untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam menempuh pendidikan.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
“Melalui kegiatan santunan ini kami berharap keberkahan Ramadan tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi generasi muda yang membutuhkan. PII ingin hadir untuk ikut berkontribusi dalam mendukung pendidikan serta masa depan mereka,” ujar Dede Muhtadin.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun masa depan generasi muda. Oleh karena itu, dukungan terhadap anak-anak yatim untuk tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak menjadi bagian dari komitmen sosial organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini tetap memiliki semangat untuk belajar dan meraih cita-cita mereka. Bantuan yang kami berikan memang tidak besar, namun kami berharap dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berjuang dalam pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Cokroaminoto, Alfi, serta perwakilan dari Yatim Mandiri yang bersama-sama mendukung terlaksananya program santunan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak yang terlibat menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong program-program pembinaan bagi generasi muda, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Ketua Yayasan Cokroaminoto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama PD PII Kota Surabaya dan Yatim Mandiri dalam menyelenggarakan kegiatan santunan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari para pemuda dan pelajar yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Harapannya program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang terlibat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada anak-anak yatim,” ujarnya.
Setelah prosesi santunan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara anak-anak panti, pengurus organisasi, serta para tamu undangan yang hadir. Suasana kebersamaan tersebut kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah.

Selain kegiatan santunan, PD PII Kota Surabaya juga melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat pada sore hari sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan. Pembagian takjil tersebut menyasar kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti tukang becak, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam pelaksanaannya, para pengurus PII Kota Surabaya menggunakan kendaraan operasional untuk mendistribusikan takjil ke beberapa titik di Kota Surabaya sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas.
Melalui berbagai kegiatan sosial dalam rangkaian Gebyar Ramadan 2026, PD PII Kota Surabaya berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan pelajar dan generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Ke depan, organisasi ini menargetkan program santunan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. PD PII Kota Surabaya bahkan menargetkan bahwa pada tahun 2027 jumlah penerima santunan dapat meningkat hingga 100 anak yatim sebagai bagian dari penguatan program sosial organisasi bagi masyarakat.

Komentar