HARIAN NEGERI - Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah (HMPM MES) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Spirit of Ramadhan: Kajian dan Buka Puasa Bersama pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat FEBI Lantai 2.

Di tengah keberkahan bulan suci Ramadan yang sarat rahmat dan ampunan, kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Magister Ekonomi Syariah. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa sejak awal hingga penghujung acara, menghadirkan harmoni antara nilai spiritualitas dan intelektualitas.

IMG-20260227-WA0024
 

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ahmad Munir, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu program kerja Divisi HRD yang dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai kepemimpinan. 

Diketahui bahwa, Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni Wakil Wali Kota Yogyakarta, yang berkenan hadir dan berbagi pengalaman kepemimpinan di hadapan civitas akademika.

Ketua HMPM Magister Ekonomi Syariah Abdurahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rancangan program kerja Masa Bakti 2026 dan menjadi program perdana kepengurusan yang baru. Kehadiran Wakil Wali Kota Yogyakarta menjadi kehormatan sekaligus apresiasi besar bagi HMPM.

“Menghadirkan tokoh publik tentu bukan perkara mudah, namun komitmen dan sinergi yang kuat menjadikan agenda ini terlaksana dengan baik. Ke depan, HMPM berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk menghadirkan tokoh nasional dari Jakarta untuk berbagi pengalaman dan inspirasi bersama civitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,” ujat Abdurahman. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prof. Misnen Ardiansyah, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai sangat strategis. Beliau menyampaikan bahwa Wakil Wali Kota Yogyakarta adalah sosok teknokrat sekaligus demokrat, yang memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis sebelum kini mengemban amanah sebagai birokrat.

“Dua peran berbeda tersebut mampu beliau jalankan secara profesional dan seimbang. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa, khususnya dalam membangun kapasitas sebagai leader sekaligus entrepreneur,” tutur Misnen Ardiansyah.

Dalam kajiannya, Wakil Wali Kota Yogyakarta menekankan bahwa menjadi pemimpin maupun entrepreneur memiliki tantangan yang serupa. Keduanya tidak dapat dijalankan tanpa proses pembelajaran dari diri sendiri.

“Kepemimpinan sejati lahir dari kesadaran dan ketulusan hati, bukan sekadar formalitas atau retorika. Indonesia, khususnya Yogyakarta, memerlukan model kepemimpinan yang progresif dan adaptif, bukan semata-mata birokratis,” tegas Wakil Walikota Yogyakarta. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan Bank Raya, yang menyampaikan pentingnya transformasi digital dalam sektor perbankan. Bank digital hadir untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi transaksi bagi nasabah, sekaligus mendorong inklusi keuangan di era modern.

IMG-20260227-WA0025
 

Dengan terselenggaranya kegiatan Spirit of Ramadhan ini, HMPM Magister Ekonomi Syariah berharap dapat terus menghadirkan program-program yang tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga memperluas wawasan kepemimpinan, kewirausahaan, dan transformasi ekonomi syariah di tengah dinamika zaman. 

Ramadan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga ruang refleksi untuk menyiapkan diri menjadi insan yang berintegritas, berilmu, dan berdaya saing.